Search
Search
Close this search box.
Di Bawah Langit yang Sama”, Persembahan Literasi untuk Purna Tugas Kepala MAN Pemalang
Di Bawah Langit yang Sama”, Persembahan Literasi untuk Purna Tugas Kepala MAN Pemalang

MAN Pemalang kembali menorehkan karya membanggakan dalam dunia literasi dengan lahirnya buku antologi cerpen ketiga berjudul “Di Bawah Langit yang Sama.” Buku ini merupakan kolaborasi inspiratif antara guru dan murid yang didedikasikan khusus untuk Kepala MAN Pemalang, Drs. H. Ahmad Najid, M.Pd. I  yang kini memasuki masa purna tugas.

Pemilihan judul “Di Bawah Langit yang Sama” memiliki makna mendalam. Ia menjadi simbol bahwa meskipun waktu, jarak, dan tempat akan berbeda, semangat literasi yang tumbuh di masa kepemimpinan Ahmad Najid begitu sapaan akrabnya, tetap berada di bawah langit yang sama—langit semangat, dedikasi, dan cinta terhadap pengembangan budaya literasi di MAN Pemalang.

Karya ini merupakan kelanjutan dari dua buku sebelumnya, yakni “Cahaya di Ujung Kelam” yang terbit sebanyak tiga jilid, serta “Langkah Kecil Menuju Bintang” yang terbit sebanyak empat jilid. Kini, buku ketiga “Di Bawah Langit yang Sama” akan hadir dalam empat jilid pula, menandai konsistensi sekolah dalam menghidupkan semangat menulis dan membaca.

Buku ini lahir dari kerja sama erat antara siswa dan guru sebagai wujud nyata dari upaya menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Setiap cerpen di dalamnya menjadi cerminan kreativitas, imajinasi, dan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dalam proses belajar.

Buku “Di Bawah Langit yang Sama” bukan hanya sekadar kumpulan cerita, tetapi juga simbol cinta, kenangan, dan warisan intelektual dari sebuah kepemimpinan yang menumbuhkan makna. Di setiap halaman, terselip pesan bahwa selama semangat literasi masih hidup, maka karya dan inspirasi akan terus bernaung bersama—di bawah langit yang sama, selamanya.

Selanjuynya, dengan hadirnya kepala madrasah baru–Amaludin, S.Ag., M.Pd. I  diharapkan semangat literasi yang telah dirintis dapat terus berlanjut dan berkembang. MAN Pemalang bertekad menjadikan literasi bukan sekadar kegiatan, melainkan budaya yang mengakar—di bawah langit yang sama, dalam semangat yang tak pernah padam. (NH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait