Search
Search
Close this search box.
FYP Hijau: Membangun Kesadaran Alam Lewat Konten Pertanian di TikTok
FYP Hijau: Membangun Kesadaran Alam Lewat Konten Pertanian di TikTok

FYP Hijau: Membangun Kesadaran Alam Lewat Konten Pertanian di TikTok

Esai: Nurhidayah

Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan membangun kesadaran terhadap berbagai isu global. Internet tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan opini, perilaku, bahkan budaya baru. Salah satu fenomena paling menonjol dalam perkembangan ini adalah hadirnya media sosial berbasis video pendek, khususnya TikTok, yang kini menjadi platform dengan pertumbuhan pengguna yang sangat pesat di dunia. TikTok tidak hanya dikenal sebagai media hiburan, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang edukasi, promosi, hingga gerakan sosial. Dalam konteks ini, muncul fenomena yang dapat disebut sebagai “FYP Hijau,” yaitu meningkatnya konten-konten bertema lingkungan dan pertanian yang viral di halaman For You Page (FYP). Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran terhadap alam dapat dibangun melalui pendekatan digital yang kreatif, ringan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda.

TikTok memiliki keunggulan utama pada algoritmanya yang sangat personal dan adaptif. Fitur For You Page memungkinkan pengguna menerima konten yang sesuai dengan minat mereka tanpa harus mengikuti akun tertentu. Algoritma ini bekerja berdasarkan interaksi pengguna, seperti durasi menonton, komentar, like, hingga jenis konten yang sering diakses. Dengan sistem ini, sebuah video dari akun kecil sekalipun memiliki peluang yang sama untuk menjadi viral. Hal ini menjadi peluang besar bagi konten edukatif, termasuk konten pertanian dan lingkungan, untuk menjangkau audiens yang luas tanpa hambatan struktural. Sulaksana dan Arisena (2025) menyatakan bahwa TikTok memiliki potensi besar sebagai media edukasi pertanian karena kemampuannya dalam menyampaikan informasi secara visual, singkat, dan menarik, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Konten pertanian di TikTok hadir dalam berbagai bentuk yang kreatif dan inovatif. Mulai dari video tutorial menanam sayuran di lahan sempit, teknik hidroponik, aquaponik, urban farming, hingga edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Konten ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga membawa pesan moral tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan sumber daya. Manalu et al. (2024) menyebutkan bahwa media sosial seperti TikTok dapat menjadi sarana pembelajaran informal yang efektif karena mampu menggabungkan unsur visual, audio, dan narasi dalam satu konten yang menarik. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa membosankan.

Fenomena FYP Hijau juga mencerminkan adanya perubahan paradigma dalam memandang sektor pertanian. Selama ini, pertanian sering dianggap sebagai pekerjaan tradisional yang kurang diminati oleh generasi muda. Namun, melalui TikTok, pertanian dapat dikemas menjadi sesuatu yang modern, kreatif, dan bahkan estetis. Video yang menampilkan proses pertumbuhan tanaman, transformasi lahan kosong menjadi kebun produktif, atau panen hasil pertanian dengan visual yang memuaskan mampu menarik perhatian audiens. Selain itu, penggunaan musik, efek visual, dan teknik editing yang menarik juga memperkuat daya tarik konten. Storytelling menjadi elemen penting dalam konten ini, di mana kreator tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun narasi yang menyentuh emosi penonton, seperti kisah perjuangan petani, keberhasilan dalam bercocok tanam, atau pengalaman pribadi dalam merawat tanaman.

Dampak positif dari FYP Hijau sangat signifikan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Konten yang mengangkat isu-isu seperti pengelolaan sampah organik, penggunaan pupuk alami, pengurangan plastik, dan konservasi air dapat memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Alsyah et al. (2023) menjelaskan bahwa kampanye gaya hidup ramah lingkungan melalui TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan digital yang kreatif dapat menjadi solusi dalam menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan yang selama ini sulit dijangkau melalui metode konvensional.

Selain meningkatkan kesadaran, TikTok juga berperan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pertanian. Banyak pengguna yang terinspirasi untuk mencoba menanam tanaman di rumah, baik dalam skala kecil maupun besar. Fenomena ini dikenal sebagai urban farming, di mana masyarakat perkotaan mulai memanfaatkan ruang terbatas untuk bercocok tanam. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dengan menambah ruang hijau. TikTok menjadi media yang efektif dalam menyebarkan praktik-praktik ini secara luas dan cepat.

Di sisi lain, TikTok juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi sektor pertanian. Melalui konten yang menarik, petani dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada konsumen tanpa harus melalui perantara. Masoem University (2026) menyatakan bahwa TikTok dapat menjadi media pemasaran yang efektif karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif rendah. Hal ini membuka peluang bagi petani kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka dan memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, fenomena viral juga dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian tertentu, sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan.

Namun, di balik berbagai potensi tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan TikTok sebagai media edukasi pertanian. Salah satu tantangan utama adalah dominasi konten hiburan yang lebih menarik perhatian pengguna. Konten edukatif sering kali kalah bersaing dengan konten yang bersifat menghibur, sehingga memerlukan strategi khusus agar tetap dapat menarik perhatian audiens. Selain itu, durasi video yang singkat juga menjadi kendala dalam menyampaikan informasi yang kompleks. Kreator harus mampu menyederhanakan informasi tanpa mengurangi esensi dari pesan yang ingin disampaikan.

Tantangan lainnya adalah terkait dengan validitas informasi. Tidak semua konten yang beredar di TikTok memiliki dasar ilmiah yang kuat. Hal ini berpotensi menimbulkan misinformasi yang dapat merugikan pengguna. Oleh karena itu, penting bagi kreator untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sisi lain, pengguna juga perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi yang benar. Chiossi et al. (2023) mengungkapkan bahwa konsumsi video pendek secara berlebihan juga dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, sehingga penggunaan TikTok perlu dilakukan secara bijak dan seimbang.

Untuk mengoptimalkan potensi FYP Hijau, diperlukan strategi yang tepat dalam pembuatan dan distribusi konten. Pertama, konten harus dikemas secara menarik dengan visual yang kuat dan narasi yang jelas. Kedua, konsistensi dalam mengunggah konten sangat penting untuk membangun audiens yang loyal. Ketiga, kolaborasi antara petani, akademisi, dan kreator konten dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas informasi. Keempat, pemanfaatan tren yang sedang populer di TikTok dapat membantu meningkatkan peluang konten masuk ke FYP tanpa mengurangi nilai edukatifnya. Dengan strategi yang tepat, konten pertanian dapat bersaing dengan konten hiburan dan bahkan menjadi tren baru di media sosial.

TikTok juga dapat dipandang sebagai bagian dari gerakan sosial digital yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Konten yang viral tidak hanya berhenti pada konsumsi informasi, tetapi juga dapat memicu tindakan nyata. Le Compte dan Klug (2021) menyatakan bahwa TikTok memiliki potensi besar sebagai alat aktivisme digital karena kemampuannya dalam menyebarkan pesan secara luas dalam waktu singkat. Dalam konteks ini, FYP Hijau dapat menjadi gerakan kolektif yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian. Gerakan ini dapat menjadi bagian dari upaya global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis lingkungan.

Dalam konteks Indonesia, fenomena FYP Hijau memiliki relevansi yang sangat tinggi. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namun minat generasi muda terhadap sektor ini masih relatif rendah. TikTok dapat menjadi jembatan untuk mengubah persepsi tersebut dengan menghadirkan pertanian dalam bentuk yang lebih menarik dan modern. Konten yang menampilkan teknologi pertanian, inovasi, serta kisah sukses petani muda dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor ini. Selain itu, TikTok juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk pertanian lokal kepada pasar global, sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Zahro (2025) menjelaskan bahwa konten viral di TikTok memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena mampu mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berperan dalam aspek edukasi, tetapi juga dalam aspek ekonomi dan sosial. Dengan memanfaatkan kekuatan algoritma dan kreativitas konten, TikTok dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara keseluruhan, fenomena FYP Hijau menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi dan transformasi sosial dalam bidang pertanian dan lingkungan. Melalui konten yang kreatif, informatif, dan inspiratif, TikTok dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam dan mengembangkan sektor pertanian. Meskipun terdapat berbagai tantangan, peluang yang ditawarkan jauh lebih besar jika dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, kreator konten, dan masyarakat, untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform ini.

Dengan demikian, FYP Hijau bukan hanya sekadar tren digital, tetapi merupakan gerakan nyata yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masa depan pertanian. Melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif, kesadaran terhadap alam dapat ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. TikTok, sebagai platform yang dekat dengan generasi muda, memiliki peran strategis dalam mewujudkan hal tersebut. Jika dimanfaatkan dengan bijak, FYP Hijau dapat menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Daftar Pustaka

Alsyah, A. V., Simanjuntak, M., & Saleh, A. J. (2023). Campaign Green Lifestyle dengan Konten Edukatif melalui TikTok. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia.

Chiossi, F., et al. (2023). Short-Form Videos and Cognitive Impact. arXiv.

Le Compte, D., & Klug, D. (2021). TikTok Social Activism Study. arXiv.

Manalu, M. T. T., et al. (2024). Pemanfaatan Media Sosial TikTok sebagai Sarana Edukasi dan Bisnis. Jurnal Kultura.

Masoem University. (2026). TikTok sebagai Pemasaran Online Produk Pertanian.

Sulaksana, K. T. A. P., & Arisena, G. M. K. (2025). Pemanfaatan TikTok sebagai Sarana Edukasi Pertanian. Jurnal Agrisistem.

Zahro, M. (2025). Ekonomi FYP: Bagaimana Konten Viral TikTok Menggerakkan Ekonomi. STIESIA.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait