Search
Search
Close this search box.
IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang Perkuat Mutu Bahasa Lewat Studi Banding di Kampung Bahasa Pare
IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang Perkuat Mutu Bahasa Lewat Studi Banding di Kampung Bahasa Pare

Dalam upaya serius meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris, Pengelola Islamic Boarding School (IBS) Darul Ashfiya MAN Pemalang melaksanakan studi banding sekaligus penjajakan kerja sama ke Kampung Bahasa Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada pekan ini tersebut dipusatkan di lembaga bahasa ternama Naatiq International Arobiyah, yang dikenal luas sebagai rujukan pembelajaran bahasa berbasis praktik dan lingkungan.

Rombongan IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang yang terdiri atas Arrofiq, Untung Sultoni, Jamilah, serta Lisdiana Widyasari hadir sebagai representasi manajemen boarding yang berkomitmen melakukan pengembangan berkelanjutan. Kehadiran para pengelola ini menegaskan langkah strategis MAN Pemalang dalam menciptakan sistem pembelajaran bahasa yang adaptif, komunikatif, dan selaras dengan kebutuhan global.

Setibanya di lokasi pada pukul 16.30 WIB (25/122025), rombongan disambut hangat oleh pimpinan dan tim pengajar Naatiq International Arobiyah. Nuansa kekeluargaan terasa kuat sejak awal pertemuan, menjadi pembuka bagi diskusi mendalam yang berlangsung selama kurang lebih satu jam. Diskusi tersebut berlangsung dinamis dan sarat gagasan konstruktif.

Dalam forum tersebut, kedua pihak saling bertukar pengalaman terkait strategi pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris yang efektif, khususnya dalam konteks pendidikan berasrama. Pengelola IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang secara aktif menggali metode unggulan yang diterapkan di Kampung Bahasa Pare, mulai dari pendekatan komunikatif, pembiasaan penggunaan bahasa dalam aktivitas harian santri, hingga sistem pengelolaan tenaga pengajar yang profesional dan terukur. Di sisi lain, pihak Naatiq International Arobiyah memaparkan konsep pembelajaran terpadu yang menitikberatkan pada praktik aktif serta penciptaan lingkungan berbahasa yang konsisten.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang studi banding, tetapi juga momentum awal penjajakan kerja sama strategis antara kedua lembaga. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi santri sekaligus memperkuat kapasitas pengajar bahasa. Diskusi pun ditutup dengan kesepakatan awal untuk menindaklanjuti kerja sama pada waktu yang akan disepakati bersama, demi terwujudnya pembelajaran bahasa yang unggul dan berdaya saing.(NH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait