Search
Search
Close this search box.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang kembali melaksanakan program pembiasaan pembelajaran pada hari Jumat melalui kegiatan Jumat Agama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2025, sebagai bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga madrasah, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan. Kegiatan Jumat Agama dipandu langsung oleh Pembina Keagamaan MAN Pemalang, H. Eko Wardoyo. Sejak pagi hari, seluruh warga madrasah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi salat Duha berjamaah yang dilanjutkan dengan istighosah bersama. H. Eko Wardoyo dalam arahannya menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Menurutnya, kegiatan seperti salat Duha berjamaah dan istighosah tidak hanya melatih kedisiplinan ibadah, tetapi juga menanamkan nilai tawakal, kebersamaan, serta keikhlasan dalam menjalani proses belajar dan kehidupan sehari-hari. “Melalui Jumat Agama ini, kita ingin membiasakan warga madrasah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan keimanan yang kuat, insyaallah akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, bermental tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala MAN Pemalang, H. Amaludin. Ia menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian penting dari budaya madrasah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter dan spiritual peserta didik. “MAN Pemalang berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan Jumat Agama ini adalah salah satu wujud nyata komitmen tersebut,” ujar H. Amaludin. Ia berharap, melalui kegiatan rutin ini, seluruh warga madrasah semakin memiliki kesadaran untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dengan demikian, MAN Pemalang tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga menjadi madrasah yang menumbuhkan generasi beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang kembali melaksanakan program pembiasaan pembelajaran pada hari Jumat melalui kegiatan Jumat Agama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2025, sebagai bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga madrasah, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan. Kegiatan Jumat Agama dipandu langsung oleh Pembina Keagamaan MAN Pemalang, H. Eko Wardoyo. Sejak pagi hari, seluruh warga madrasah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi salat Duha berjamaah yang dilanjutkan dengan istighosah bersama. H. Eko Wardoyo dalam arahannya menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Menurutnya, kegiatan seperti salat Duha berjamaah dan istighosah tidak hanya melatih kedisiplinan ibadah, tetapi juga menanamkan nilai tawakal, kebersamaan, serta keikhlasan dalam menjalani proses belajar dan kehidupan sehari-hari. “Melalui Jumat Agama ini, kita ingin membiasakan warga madrasah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan keimanan yang kuat, insyaallah akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, bermental tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala MAN Pemalang, H. Amaludin. Ia menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian penting dari budaya madrasah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter dan spiritual peserta didik. “MAN Pemalang berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan Jumat Agama ini adalah salah satu wujud nyata komitmen tersebut,” ujar H. Amaludin. Ia berharap, melalui kegiatan rutin ini, seluruh warga madrasah semakin memiliki kesadaran untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dengan demikian, MAN Pemalang tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga menjadi madrasah yang menumbuhkan generasi beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang kembali melaksanakan program pembiasaan pembelajaran pada hari Jumat melalui kegiatan Jumat Agama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2025, sebagai bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga madrasah, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan.

Kegiatan Jumat Agama dipandu langsung oleh Pembina Keagamaan MAN Pemalang, H. Eko Wardoyo. Sejak pagi hari, seluruh warga madrasah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi salat Duha berjamaah yang dilanjutkan dengan istighosah bersama.

  1. Eko Wardoyo dalam arahannya menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Menurutnya, kegiatan seperti salat Duha berjamaah dan istighosah tidak hanya melatih kedisiplinan ibadah, tetapi juga menanamkan nilai tawakal, kebersamaan, serta keikhlasan dalam menjalani proses belajar dan kehidupan sehari-hari.

“Melalui Jumat Agama ini, kita ingin membiasakan warga madrasah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan keimanan yang kuat, insyaallah akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, bermental tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala MAN Pemalang, H. Amaludin. Ia menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian penting dari budaya madrasah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter dan spiritual peserta didik.

“MAN Pemalang berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan Jumat Agama ini adalah salah satu wujud nyata komitmen tersebut,” ujar H. Amaludin.

Ia berharap, melalui kegiatan rutin ini, seluruh warga madrasah semakin memiliki kesadaran untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dengan demikian, MAN Pemalang tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga menjadi madrasah yang menumbuhkan generasi beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat.(NH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait