Search
Search
Close this search box.
MAN Pemalang Gelar Pembinaan Kemenag dan Diseminasi Implementasi Kurikulum Merdeka Madrasah
MAN Pemalang Gelar Pembinaan Kemenag dan Diseminasi Implementasi Kurikulum Merdeka Madrasah

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang menggelar kegiatan pembinaan dari Kementerian Agama Kabupaten Pemalang sekaligus diseminasi implementasi Kurikulum Merdeka Madrasah sesuai KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Januari 2025, bertempat di lingkungan MAN Pemalang dan diikuti oleh seluruh unsur pendidik serta tenaga kependidikan.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan Kepala MAN Pemalang, H. Amaludin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 124 peserta yang terdiri atas 80 guru, 32 pegawai, dan 12 asatidz. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya bersama untuk memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum madrasah yang berorientasi pada pembelajaran mendalam serta nilai-nilai cinta.

“Melalui kegiatan pembinaan dan diseminasi ini, saya berharap keluarga besar MAN Pemalang dapat memahami dan melaksanakan Kurikulum Merdeka Madrasah yang berbasis cinta, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik,” ujar H. Amaludin.

Kegiatan pembinaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, H. Sarif Hidayat. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilakukan guru akan memberikan pengaruh yang kuat dan berkelanjutan bagi siswa. Menurutnya, pengetahuan yang ditanamkan dengan cara yang tepat mampu mengubah cara berpikir, bersikap, dan bertindak peserta didik.

Kegiatan ini juga diisi dengan diseminasi implementasi Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta atau deep learning yang disampaikan oleh Pengawas Madrasah Aliyah, Rr. Dhiah Sefriana, bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN Pemalang, Nurkholis Indaka. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa indikator keberhasilan pembelajaran deep learning meliputi madrasah ramah lingkungan, madrasah ramah anak, serta madrasah mandiri yang sejahtera secara mental dan spiritual.

Rr. Dhiah Sefriana menegaskan bahwa indikator tersebut dapat tercapai apabila dibangun komunikasi yang seimbang dan positif antara guru dan siswa. Dengan komunikasi yang baik, pembelajaran akan menjadi lebih bermakna, humanis, dan berdampak nyata bagi perkembangan peserta didik di madrasah.(NH)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait