Search
Search
Close this search box.
Rihlah Ilmiyah Diniyah wa Lughawiyah, Santri IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang Siap menjadi Generasi Islami yang Moderat
Rihlah Ilmiyah Diniyah wa Lughawiyah, Santri IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang Siap menjadi Generasi Islami yang Moderat

Di bawah kepemimpinan Ahmad Najid, selaku Kepala MAN, pada Minggu (9/2/2025) Santri IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang mengadakan Rihlah Ilmiyah Diniyah wa Lughawiyah atau Wisata Religi  sekaligus PPL Bahasa.  Sebanyak 121 santri dan 19 pembimbing, mengadakan kunjungan dan kegiatan di beberapa tempat di Semarang.

Guru sekaligus selaku Ketua IBS Darul Ashfiya MAN, KH Arofiq menjadi pengarah dalam kegiatan ini. Ada pun kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan para santri, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui praktek berbahasa Arab dan Inggris di Semarang.

Kegiatan meliputi, ziarah ke makam KH Sholeh Darat (Bergota), pelaksanaan manasik haji dan praktek berbahasa Asing di Firdaus Fatimah Zahra (Gunungpati), serta rekreasi ke Dusun Semilir (Bawen) dan Kota Lama.

Pemilihan  makam KH Sholeh Darat untuk dijadikan tempat berziarah dikarenakan Beliau  merupakan seorang ulama besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Dengan ini maka santri akan memahami perjuangan kiai  dalam mendidik umat Islam.

Selain ziarah, santri juga memprakikkan tata cara ibadah Haji. Pada praktik tersebut mereka melakukannya di Firdaus Fatimah Zahra. Hal yang dipelajari di tempat ini berupa tata cara pelaksanaan ibadah haji mulai dari ihram, tawaf, sa’i, wukuf di Arafah hingga tahallul. Di sini juga mempraktikkan berbahasa seperti halnya mereka melakukan percakapan saat berbelanja menggunakan Bahasa Arab dan Inggris.  

Tak hanya itu, untuk mengagumi ciptaan Alloh, para santri mengunjungi wisata alam di Dusun Semilir, Bawen. Tempat ini menyuguhkan  wisata dengan konsep ekowisata yang unik. Di sana, santi menikmati suasana alam, mengenal berbagai kerajinan tangan, serta menikmati permainan edukatif. Hal tersebut tentunya  bisa  memberikan penyegaran dan meningkatkan kreativitas santri  IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang.

Tak sampai di situ, santri  IBS Darul Ashfiya MAN Pemalang, menunjukkan bahwa mereka menjunjung tinggi moderasi beragama dengan mengunjungi beberapa bangunan bersejarah seperti Gereja Blenduk, yang tentunya ini menjadi tanda bahwa MAN Pemalang  memiliki sikap, perilaku yang moderat dalam beragama. (Nurhid)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait